Langsung ke konten utama

Polisi Tangkap 5 Anggota Jaringan Pembuat Sabu di Medan

 
Medan - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan berhasil menangkap lima orang pria anggota jaringan pembuat sabu-sabu antarprovinsi. Berhasil diamankan sejumlah bahan pembuat sabu.

Saat paparan tangkapan kepada media, Minggu (16/3/2014), Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan Kompol Dony Alexander menyatakan penangkapan itu merupakan hasil transaksi petugas yang menyamar dengan tersangka. Semula diamankan dua orang, lalu berkembang ke tersangka lainnya.

"Ini jaringan antarprovinsi. Saat ini sedang dikembangkan, dari mana bahan-bahan diperoleh, dan di mana lokasi pembuatan sabu-sabu itu," kata Dony Alexander di Mapolresta Medan, Jalan HM Said, Medan.

Para tersangka yang diamankan itu, yakni tiga warga Medan, masing-masing JSS (39), LH (32), dan ABB (45). Kemudian DP (34) warga Kabupaten Deli Serdang dan IDA (37) warga Kota Binjai.

Penangkapan itu sendiri secara terpisah berlangsung sejak Senin (10/3). Petugas yang menyamar bertransaksi dengan tersangka JSS dan DP di Jalan Panglima Denai. Berhasil diamankan barang bukti berupa 350 gram ephendrine berikut kedua tersangka.

Hasil pemeriksaan kedua tersangka mengaku membeli bahan kimia itu dari seharga Rp 47 juta lebih. Dari sana penangkapan tiga tersangka yang lain berhasil dilakukan berikut bahan lain seperti cafein. Saat ini seluruh tersangka masih ditahan untuk kepentingan pemeriksaan.

Disebutkan Dony, barang bukti ephendrine yang diamankan itu tergolong sulit ditemukan. Produsen bahan kimia pun yang ingin memproduksi jenis kimia harus mendapat izin khusus dari pemerintah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Mendaki Gunung Sibayak

Sungguh pengalaman yang sangat mengesankan bagiku, karena ini adalah impianku sejak dulu,mendaki gunung tertinggi. rasanya lelah tapi butuh perjuangan menempuh titik tertinggi gunung tersebut.. Ternyata jalan menuju kesana tidak seperti yang kubayangkan, dalam pikiranku kami akan melewati hutan belantara didampingi cadas-cadas tajam dan jurang yang curam,, haha sok ekstrim pikiranku waktu itu. Ternyata jalan menuju Sibayak itu sudah diaspal (sebagian) jadi tidak begitu sulit bagi pendaki berjalan, namun jalannya yang menanjak membuat para pendaki ‘ngos-ngosan’ pastinya. Huwwwh!  Napasku naik turun tersengal-sengal, begitu juga dengan teman-teman yang lain. Hampir sepanjang jalan menanjak terus, tidak lama berjalan berhenti minum, berhenti jalan minum…haha..yahh jadi setiap istirahat minum melulu... pemandangan alam pun dipancarkan dari pesona indah alam awan dipagi hari... sungguh indah...bahkan sangat indah. pengalaman mendaki gunung ini,mengajarkan ku untuk salin...

Cara Menguji Kualitas Keyboard PC dan Laptop

Disini saya memberikan beberapa cara untuk menguji apakah keyboard kita benar-benar handal atau tidak. Kita cukup mengetikkan kalimat the quick brown fox jumps over the lazy dog tetapi dengan cara-cara sebagai berikut : 1. Buka notepad. (Start > All Programs > Accesories > Notepad ) 2. Tekan dan tahan tombol shift kiri dan shift kanan. 3. Ketik kalimat the quick brown fox jumps over the lazy dog . (Ingat tombol shift kiri dan shift kanan jangan di lepas ). 4. Lihat apakah tulisan yang keluar lengkap sesuai dengan kata-kata di atas atau ada huruf yang hilang. hehe 5. Semakin banyak huruf yang tidak keluar, maka semakin jelek kualitas keyboard :D Alhasil setelah keyboard saya uji,ternyata huruf “W” dan huruf”S” tidak mau keluar.hal ini mengindikasikan bahwa keyboard saya ada di tengah-tengah (tidak jelek tidak bagus) J Lalu bagaimana dengan keyboard anda..?

Bayi Berkepala Dua Meninggal

MEDAN-Tiga hari dirawat di Medan tepatnya di RSUD dr Pirngadi dan RSUP Adam Malik, bayi berkepala dua anak Poniman dan Lasmini asal Langkat akhirnya meninggal dunia. Bayi malang itu meninggal sekitar pukul 12.00 WIB di Ruang Perinatologi, Rindu B RSUP Adam Malik Medan. Bayi yang diberi nama oleh Poniman, Trio dan Rio, tersebut meninggal akibat kelainan jantung dan paru-paru sehingga mengganggu pernapasan sang bayi. Dr Pertin Sianturi SpAK, Supervisor Perinatologi RSUP Adam Malik menyatakan, bahwa bayi yang datang dari RS Pirngadi dan telah dirawat selama 24 jam. Dikarenakan fasilitas di Pirngadi terbatas akhirnya di rujuk ke RSUP Adan Malik Medan. Namun, bayi malang tersebut telah meninggal dunia akibat gangguan pernapasan. “Meninggalnya karena fungsi-fungsi vital dari paru-paru dan kedua jantung yang tidak berfungsi dengan baik. Ini tergambar berdasarkan fotonya dari hasil echokardiografi bahwa ini memang ada kelainan bawaan yang sangat kompleks. Jadi membuat bayi tidak...