Langsung ke konten utama

Kereta Dirampok Geng Motor

 

Sepertinya keberadaan geng motor belum mampu diberangus pihak kepolisian.  Khususnya di wilayah hukum Polsek Delitua, hampir saban hari terjadi aksi perampokan yang dilakoni para geng motor.
Kali ini yang menjadi korbannya adalah Sandi (22). Warga Jl. Bersiap Dusun I, Desa Tengak, Kec. Pancurbatu ini mengaku dirampok 6 pria bersepeda motor saat melintas di Jl. Jamin Ginting tepatnya di depan Jambur Halilintar, Kel. Simpang Selayang, Kec. Medan Tuntungan, Selasa (9/7) sekira pukul 23.30 WIB.
Didampingi orangtuanya, Sandi pun membuat pengaduan ke Polsek Delitua menyebutkan, aksi perampokan tersebut terjadi setelah ia dan temannya Pandit(17) warga Jl. Persiam, Dusun I, Pancurbatu usai makan malam di sebuah warkop di Padangbulan. Namun saat hendak pulang dengan mengendarai sepeda motor Astrea BK 5381 FM, keduanya dipepet 6 pria mengendarai 2 sepeda motor. Oleh keenam pelaku, Sandi dan Pandit disuruh berhenti. “Berhenti kau di sini, kalau tidak kubunuh kau,”ujar Sandi menirukan ucapan pelaku saat merampok mereka.
Mendengar itu, Sandi dan Pandit berupaya menghindar. Namun, para pelaku yang diyakini geng motor tersebut memukul kepala Sandi dengan senjata tajam. Tak pelak, ia pun terjatuh dari sepeda motornya. “Setelah itu, aku ditunjangi dan dipukuli mereka,”ucapnya.
Dikatakan Sandi lagi, dirinya selamat dari aksi bulan-bulanan geng motor tersebut setelah lari ke rumah penduduk sekitar TKP. Sementara Pandit berupaya meminta tolong pada warga sekitar. Oleh geng motor, sepeda motor Sandi pun dibawa kabur.
Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek Delitua AKP Wahyudi mengaku telah menerima laporan tersebut dan sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Mendaki Gunung Sibayak

Sungguh pengalaman yang sangat mengesankan bagiku, karena ini adalah impianku sejak dulu,mendaki gunung tertinggi. rasanya lelah tapi butuh perjuangan menempuh titik tertinggi gunung tersebut.. Ternyata jalan menuju kesana tidak seperti yang kubayangkan, dalam pikiranku kami akan melewati hutan belantara didampingi cadas-cadas tajam dan jurang yang curam,, haha sok ekstrim pikiranku waktu itu. Ternyata jalan menuju Sibayak itu sudah diaspal (sebagian) jadi tidak begitu sulit bagi pendaki berjalan, namun jalannya yang menanjak membuat para pendaki ‘ngos-ngosan’ pastinya. Huwwwh!  Napasku naik turun tersengal-sengal, begitu juga dengan teman-teman yang lain. Hampir sepanjang jalan menanjak terus, tidak lama berjalan berhenti minum, berhenti jalan minum…haha..yahh jadi setiap istirahat minum melulu... pemandangan alam pun dipancarkan dari pesona indah alam awan dipagi hari... sungguh indah...bahkan sangat indah. pengalaman mendaki gunung ini,mengajarkan ku untuk salin...

Cara Menguji Kualitas Keyboard PC dan Laptop

Disini saya memberikan beberapa cara untuk menguji apakah keyboard kita benar-benar handal atau tidak. Kita cukup mengetikkan kalimat the quick brown fox jumps over the lazy dog tetapi dengan cara-cara sebagai berikut : 1. Buka notepad. (Start > All Programs > Accesories > Notepad ) 2. Tekan dan tahan tombol shift kiri dan shift kanan. 3. Ketik kalimat the quick brown fox jumps over the lazy dog . (Ingat tombol shift kiri dan shift kanan jangan di lepas ). 4. Lihat apakah tulisan yang keluar lengkap sesuai dengan kata-kata di atas atau ada huruf yang hilang. hehe 5. Semakin banyak huruf yang tidak keluar, maka semakin jelek kualitas keyboard :D Alhasil setelah keyboard saya uji,ternyata huruf “W” dan huruf”S” tidak mau keluar.hal ini mengindikasikan bahwa keyboard saya ada di tengah-tengah (tidak jelek tidak bagus) J Lalu bagaimana dengan keyboard anda..?

Bayi Berkepala Dua Meninggal

MEDAN-Tiga hari dirawat di Medan tepatnya di RSUD dr Pirngadi dan RSUP Adam Malik, bayi berkepala dua anak Poniman dan Lasmini asal Langkat akhirnya meninggal dunia. Bayi malang itu meninggal sekitar pukul 12.00 WIB di Ruang Perinatologi, Rindu B RSUP Adam Malik Medan. Bayi yang diberi nama oleh Poniman, Trio dan Rio, tersebut meninggal akibat kelainan jantung dan paru-paru sehingga mengganggu pernapasan sang bayi. Dr Pertin Sianturi SpAK, Supervisor Perinatologi RSUP Adam Malik menyatakan, bahwa bayi yang datang dari RS Pirngadi dan telah dirawat selama 24 jam. Dikarenakan fasilitas di Pirngadi terbatas akhirnya di rujuk ke RSUP Adan Malik Medan. Namun, bayi malang tersebut telah meninggal dunia akibat gangguan pernapasan. “Meninggalnya karena fungsi-fungsi vital dari paru-paru dan kedua jantung yang tidak berfungsi dengan baik. Ini tergambar berdasarkan fotonya dari hasil echokardiografi bahwa ini memang ada kelainan bawaan yang sangat kompleks. Jadi membuat bayi tidak...