Langsung ke konten utama

Disbudpar Hanya Lakukan Pendataan

 


Sesuai surat edaran tang dikeluarkan Wali Kota Medan mengenai ditutupnya tempat hiburan saat bulan puasa, Disbudpar Kota Medan lakukan razia gabungan tempat hiburan dan hotel, Rabu (10/7) malam lalu.
Namun sayang, dalam razia yang dibagi dua tim tersebut tak ada satupun pekerja seks komersial yang diamankan. “Razia ini untuk menindak tempat hiburan malam yang buka pada awal bulan puasa. Hal ini sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Walikota Medan,” ucap Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Medan Budpar, Busral Manan, yang mempimpin langsung razia gabungan.
Razia terkesan ecek-ecek ini terbukti, saat tim bergerak ke beberapa lokalisasi yang berkedok Oukup di seputaran Jl Setiabudi dan Jamin Ginting yang tak ada tindakan. Padahal di Oukup KS Jl. Setiabudi dan beberapa Oukup lainnya terlihat masih beroperasi, karena didapati beberapa perempuan berpakaian seksi yang diduga PSK.
Yuni (27), dan 5 rekannya yang didapati dari lantai 4 Oukup KS Jl. Setiabudi terlihat menjerit-jerit saat tim gabungan mengamnakan mereka saat menunggu pelanggan. “Aduh pak, jangan ditangkap kami, KTP kami memang tidak ada, kami cuma cari makan disini,” ujar Yuni.
Setelah melakukan pendataan, para PSK ini pun dilepas, mereka ditinggalkan di lantai dasar Ruko berlantai 4 itu.
Kadisbudpar Kota Medan, Busral Manan mengatakan, pihaknya belum bisa menindak hiburan malam dan beberapa tempat maksiat yang berkedok Oukup, dengan alasan bulan Ramadan masih berlangsung 2 hari. “Kita cuma mendata, karena ini kan baru bulan puasa. Hanya peringatan yang kita lakukan, kalau hari berikutnya masih buka baru kita tutup,” ujar Bursal kepada wartawan.
Pantauan wartawan, dalam razia yang berlangsung kurang lebih 3 jam di beberapa titik di Kota Medan itu, tak satupun PSK yang diboyong ke Dinsos Medan. Bukan itu saja, hiburan malam dan beberapa lokasi maksiat tak satupun yang ditutup. Petugas gabungan ini terlihat hanya melakukan pendataan pada beberapa hiburan malam, yang masih beroperasi saat bulan suci Ramadan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Mendaki Gunung Sibayak

Sungguh pengalaman yang sangat mengesankan bagiku, karena ini adalah impianku sejak dulu,mendaki gunung tertinggi. rasanya lelah tapi butuh perjuangan menempuh titik tertinggi gunung tersebut.. Ternyata jalan menuju kesana tidak seperti yang kubayangkan, dalam pikiranku kami akan melewati hutan belantara didampingi cadas-cadas tajam dan jurang yang curam,, haha sok ekstrim pikiranku waktu itu. Ternyata jalan menuju Sibayak itu sudah diaspal (sebagian) jadi tidak begitu sulit bagi pendaki berjalan, namun jalannya yang menanjak membuat para pendaki ‘ngos-ngosan’ pastinya. Huwwwh!  Napasku naik turun tersengal-sengal, begitu juga dengan teman-teman yang lain. Hampir sepanjang jalan menanjak terus, tidak lama berjalan berhenti minum, berhenti jalan minum…haha..yahh jadi setiap istirahat minum melulu... pemandangan alam pun dipancarkan dari pesona indah alam awan dipagi hari... sungguh indah...bahkan sangat indah. pengalaman mendaki gunung ini,mengajarkan ku untuk salin...

Cara Menguji Kualitas Keyboard PC dan Laptop

Disini saya memberikan beberapa cara untuk menguji apakah keyboard kita benar-benar handal atau tidak. Kita cukup mengetikkan kalimat the quick brown fox jumps over the lazy dog tetapi dengan cara-cara sebagai berikut : 1. Buka notepad. (Start > All Programs > Accesories > Notepad ) 2. Tekan dan tahan tombol shift kiri dan shift kanan. 3. Ketik kalimat the quick brown fox jumps over the lazy dog . (Ingat tombol shift kiri dan shift kanan jangan di lepas ). 4. Lihat apakah tulisan yang keluar lengkap sesuai dengan kata-kata di atas atau ada huruf yang hilang. hehe 5. Semakin banyak huruf yang tidak keluar, maka semakin jelek kualitas keyboard :D Alhasil setelah keyboard saya uji,ternyata huruf “W” dan huruf”S” tidak mau keluar.hal ini mengindikasikan bahwa keyboard saya ada di tengah-tengah (tidak jelek tidak bagus) J Lalu bagaimana dengan keyboard anda..?

Bayi Berkepala Dua Meninggal

MEDAN-Tiga hari dirawat di Medan tepatnya di RSUD dr Pirngadi dan RSUP Adam Malik, bayi berkepala dua anak Poniman dan Lasmini asal Langkat akhirnya meninggal dunia. Bayi malang itu meninggal sekitar pukul 12.00 WIB di Ruang Perinatologi, Rindu B RSUP Adam Malik Medan. Bayi yang diberi nama oleh Poniman, Trio dan Rio, tersebut meninggal akibat kelainan jantung dan paru-paru sehingga mengganggu pernapasan sang bayi. Dr Pertin Sianturi SpAK, Supervisor Perinatologi RSUP Adam Malik menyatakan, bahwa bayi yang datang dari RS Pirngadi dan telah dirawat selama 24 jam. Dikarenakan fasilitas di Pirngadi terbatas akhirnya di rujuk ke RSUP Adan Malik Medan. Namun, bayi malang tersebut telah meninggal dunia akibat gangguan pernapasan. “Meninggalnya karena fungsi-fungsi vital dari paru-paru dan kedua jantung yang tidak berfungsi dengan baik. Ini tergambar berdasarkan fotonya dari hasil echokardiografi bahwa ini memang ada kelainan bawaan yang sangat kompleks. Jadi membuat bayi tidak...